Friday, August 12, 2005

SALAT (PRAYER)

sent by ibu Aluyah (Uya')

I.The value of prayers to Muslims
Prayer is the second Pillar of Islam, and is important for many reasons. Some of these reasons are:
A.Worship is the purpose of man’s creation
Allah says in the Qur’an:
“ I have created jinn and men only so that they should worship Me (51; 56)
Prayer is one of the most well-known forms of worship. Therefore in prayer we are doing one of the things Allah has created us to do.

B.Prayer is a command from Allah
In following Allah’s command we show our willingness to obey Allah and submit completely to Him.

C.Prayer is a reminder of Allah

1.When we pray we remember Allah. We praise Him for His Mercy and kindness and we remember that He is our Master and King on the Day of Judgment. We ask Him to guide us on the right path. We do this five times every day and it reminds us all the time of Allah. In this way we become more conscious of Allah, avoid breaking His laws, and become better people.
The Qur’an says :
“ Indeed the prayer prevents one from shameful acts” (29;45)
As individual Muslims become better persons, so does the community as a whole benefit and improve”

2.When we pray in the night, our consciousness of Allah is increased. The Prophet advised:
“ Worship your Lord as if you see Him; although you don’t see Him, He Sees you”

D. Prayer expresses humility of man before Allah
Prayer in Islam includes both words and movements which are intended to express man’s humility before Allah. Thus, regardless of a person’s social position or wealth, whether he is a president or a poor man, he is to bow and prostrate with his nose and forehead on the ground. All men and women are Allah’s servants and the prayer in this form helps to remove all feelings of pride and superiority towards other human beings.

E. Prayer is communication with Allah
The person praying is able to express his needs directly to Allah. Allah says in the Qur’an:
“ Ask Me and I shall answer you” (40;60)
Prayer therefore brings a Muslim close to Allah, and he feels hopeful that Allah will help him to face and overcome all the difficulties that may trouble him.

F. Prayers strengthen Islamic Brotherhood
It is strongly recommended that Muslims should pray in groups, whether at home with the family, or in a mosque, or anywhere else where Muslims find themselves together at the time of prayer.
The act of praying together increases the feeling of brotherhood among Muslims. In the prayer, Muslims pray for Allah’s guidance and blessings and peace on each other, and so their love for each other is increased. They become kinder to each other and more helpful.

G. Prayers teach punctuality, co-operation and discipline
When prayer is due, there should be no delay in going to pray. Other activities must stop because of prayer. A Muslim also has to get up early because the first prayer is at dawn. In this way he learns not to be lazy but to do things at their right time.
The arrangement of prayer in a group is a lesson in co-operation, orderliness and discipline. The one who is most learned is to lead as Imam. The followers are to line up in straight lines, shoulder to shoulder, like soldiers. When the Imam gives the lead, the group is to follow him like one body. If the Imam makes any mistake in prayer, one of the followers should correct him politely in the prescribed manner.

Each person comes to prayer washed and with clothes clean and neat, so that he does not appear untidy before Allah, and does not offend his neighbour by smelling badly. The beauties and benefits of prayer in Islam are too many to mention. Those given above are just some examples.


EXERCISES
1. Mention and explain some reasons why a Muslim should pray.
2. How does prayer help a Muslim in his or her daily life?
3. How does prayer help the Muslim community?
4. What useful lessons in behavior do we learn from
a. Prayer at fixed times of day?
b. Prayer in a group?


Materi sholat diatas dapat menjadi bahan dalam mengajarkan pentingnya menjalankan ibadah sholat kepada anak maupun anak didik kita.
Disertai juga dengan latihan menjawab pertanyaan seputar kewajiban sholat.

Semoga bermanfaat.

Jazakillah khair.

Metode Mendisiplinkan anak Sholat Lima Waktu
Nara sumber: Ibu Aluyah, MEd (USyd)


Pertanyaan:

Beberapa tahun yang lalu saya sempat mengajar di tpa namun sekarang sudah tidak lagi. Tapi saya tetap mengajar ngaji remaja bimbingan saya secara intensive (mingguan). Alhamdulillah mereka semangat sekali datang pengajian. Tekun mendengarkan materi dan juga semangat belajar membaca Al Qur'an dan Iqro. Hanya saja ketika saya tanyakan apakah mereka sudah menjalankan sholat 5 waktu secara rutin, tidak satupun mengatakan ia. Disatu sisi saya sangat sedih karena mereka tidak sholat, disisi lain saya senang dengan sifat jujurnya.
Materi tentang sholat, bagaimana hukumnya, bagaimana siksaan di yaumil akhir kepada orang-orang yang tidak patuh kepada perintah Alloh sudah sering diberikan bahkan diulang-ulangi, sayangnya materi itu hanya sampai pada akal saja, namun belum dipraktikkan dan masuk ke dalam hati. Nah kira-kira adakah metode efektif seperti apa utk menyadarkan anak-anak remaja tsb agar disiplin menjalankan sholat 5 waktu? Remaja binaan saya tersebut berumur antara 14-16 tahun. Saya pernah dengar bahwa mengajarkan dengan memberi contoh jauh lebih efektif karena si anak akan cepat meniru, hanya saja saya tidak tahu pasti apakah orang tua mereka sudah maksimal mengajarkan atau mengajak anak-anaknya untuk sholat berjamaah? saya pernah baca, bahwa sholat berjamaah di keluarga banyak sekali manfaatnya, melatih anak-anak disiplin sholat, sehingga bila itu tidak dilakukan seperti ada yang missed dan kerinduan, selain itu juga menambah kedekatan hubungan antar keluarga (contohnya hubungan orang tua dan anak). Faktor lain yang saya rasa agak membuat mereka lalai sholat, adalah lingkungan sekitar, contohnya teman-teman sekolah sebagaimana saya ketahui mereka sekolah di public school bukan di sekolah Islam. Nah kira-kira bagaimana meminimise kuatnya pengaruh lingkungan ini terhadap anak tsb, dan bagaimana caranya agar anak-anak tersebut dapat menyadari kewajibannya menegakkan sholat. Saya juga pernah baca bahwa dalam belajar dibutuhkan proses, nah kira-kira berapa lama normalnya dibutuhkan waktu agar anak tsb mau sholat?

Demikian kurang lebih pertanyaan dari saya. Jazakillah khair mbak uya. ditunggu jawabannya.

-L-



Jawaban:

Menanamkan kebiasaan sholat pada anak memang bukan masalah yang mudah, terlebih seperti kasus binaan Mbak yang sudah remaja, dan berada di (mungkin) lingkungan yang kurang mendukung. Ada beberapa masukan yang mungkin bisa mbak pertimbangkan untuk masalah ini:

Bahwa materi urgensinya sholat, dsb yang mbak sebutkan, apakah itu ‘asumsi’ bahwa mereka sudah menerima materi tsb, ataukah memang di pertemuan dengan mbak sudah dibahas? Kalau belum, mungkin tidak ada salahnya materi tersebut disampaikan oleh mbak. Siapa tau kalau mbak yang menyampaikan bisa seperti yang mbak bilang: “nyangkut dihati, ndak cuma di otak ^_^”. Tekankan ttg urgensi, manfaat, dan bahwa ibadah sholat adalah ibadah pertama yang akan di hisab nantinya. Bersama jawaban ini uya’ attach contoh materi untuk itu yang mungkin bisa dipakai (kebetulan ini yang ada dikomputer yang in English ^_^---mungkin malah mbak punya yang lebih baik)


Jika pada kenyataannya mereka sudah faham ttg urgensi sholat, ada baiknya ditanya masalah mengapa mereka sampai tidak bisa menjalankannya secara penuh. Apakah masalahnya bersifat ‘teknis’, seperti tidak adanya ruangan yang disediakan disekolah karena mereka sekolah di public schools misalnya, atau ada masalah lain? Mungkin dengan mengetahui hal ini bisa ditemukan solusinya. Jika permasalahannya ttg tidak adanya ruangan sholat disekolah misalnya, mereka bisa diberikan motivasi untuk meminta ruangan disekolah mereka, membicarakan ttg hal tsb dengan guru mereka secara baik, Insya Allah, kalau masalahnya ini, kasus yang sama di beberapa sekolah Alhamdullillah bisa diselesaikan. Pihak sekolah dengan senang hati akan menyediakan ruangan tsb. Bahkan disebuah Public High School dekat sini, bisa meng-organise sholat Jum’at, karena toh itu tidak mengganggu jadwal belajar.


Hal lainnya, mungkin perlu juga disampaikan kepada mereka ttg tanggung jawab ibadah mereka dalam agama Islam. Kita ketahui bahwa bahwa dalam Islam, dalam setiap perkembangan fisik manusia, ada tanggung jawab ibadah yang mengiringi perkembangan tersebut. Misalnya, ketika seseorang sudah baligh, dari segi fisik mereka berubah, pun, tanggung jawabnya dari segi ibadah juga berubah. Pahala dan dosa sudah mulai berlaku, artinya, semua ibadah yang wajib sudah harus dilaksanakan, jika ditinggalkan akan mendapat dosa (sesuai dengan pengertian ‘wajib’) Sehingga untuk masalah sholatpun demikian. Namun, Rasulullah sebagai Uswatun Hasanah sudah memberikan tuntunan bagi kita untuk menjalankan permasalahan pendisiplinan sholat ini sejak mereka belum menghadapi usia baligh, sehingga kelak ketika mereka mencapai tahapan bahwa pelaksanaan ibadah tsb menjadi wajib, sudah tidak ‘kaget’ lagi. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Hakim dan Abu Daud dari Amru bin Ash Radhiyallahu’anhuma, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Suruhlah anakmu untuk mengerjakan sholat ketika berusia 7 tahun, dan pukullah ia ketika menginjak usia 10 tahun bila tidak mengerjakan sholat…” Dari hadits ini kita melihat bahwa usia 7 tahun, anak sudah mulai dibiasakan praktek sholat. Sebelum itu anak diperkenalkan, seprti dengan membiasakan anak melihat orang yang sedang praktek sholat (yang pling baik adalah orang tua), membuat anak familiar dengan waktu-waktu sholat, dsb.Ini memang menuntut pembiasaan. Pembiasaan ini memang penting, seperti yang dinasehatkan oleh salah seorang sahabat senior yang dekat dengan Rasulullah, ‘Abdullah bin Mas’ud kepada para bapak tentang bagaimana memperlakukan anak-anak mereka: “Biasakanlah mereka dengan perbuatan baik, karena sesungguhnya kebaikan itu dengan membiasakannya “. (At-Tarbiyah An-Nabawiyah lith-Thifli hal.354)
Dalam proses pembiasaan ini anak juga dimungkinkan untuk menghadapi masalah-masalah pendisiplinan, misalnya, ketika pergi tamasya, bagaimana sholatnya, dsb. Jika anak sudah dibiasakan, Insya Allah tidak akan terlalu sulit ‘melepas’ mereka mendisiplinkan diri.

Untuk point ini, mbak materi Human development kaitannya dengan tanggung jawab ibadah mungkin perlu juga ya…^_^



Yang tidak kalah pentinya juga, seringkali ketika kita memecahkan masalah remaja, apapun bentuknya, solusinya hanya focus ke individu remaja tersebut, padahal, seperti yang mbak juga sampaikan, dalam kasus pendisiplinan sholat ini misalnya, peran orang tua juga penting. Yang lainnya, salah satu karakter kelompok usia binaan mbak, adalah kuatnya pengaruh kelompok pada mereka, sehingga teman-temannya juga akan sangat berpengaruh. Memahami hal ini, maka solusinya juga harus diusahakan menyangkut pihak-pihak yang berpengaruh tersebut. Terhadap orangtua misalnya, mbak bisa mengkomunikasikan kepada mereka, bahwa mbak sedang ingin membantu memprogram pendisiplinan sholat buat si remaja, mbak sampaikan bahwa mbak butuh bantuan sang orang tua untuk memotivasi, memberikan kondisi yang kondusif, dan memonitor pendisiplinan tersebut. Sampaikan pula bahwa si remaja sudah punya keinginan baik untuk hal ini (ini artinya mbak harus mengkomunikasikan hal ini terlebih dahulu kepada si remaja). Ini juga untuk membantu terjalinnya komunikasi kita sebagai Pembina, dengan orang tua binaan kita.Selanjutnya, teman-temannya juga didekati agar mereka juga saling mendukung dalam kebaikan. Kondisi ketika mengaji kalau bisa juga diusakan bisa mendukung program ini, salah satunya dengan megusahakan adanya program sholat berjamaah ketika mengaji.


Berapa lama usaha ini bisa membuahkan hasil, tentu banyak ‘tergantung’ nya mbak…Jika program ini dikonsistenkan (artinya dalam kajian-kajian mbak juga focus ke masalah ini dengan segala alternatif pemecahannya), kurang dari sebulan mungkin bisa terlihat hasilnya. Tentu saja disamping itu, yang utama juga , kita memohon kepada Allah agar memudahkan serta mengistiqomahkan mbak dan binaan mbak untuk usaha perbaikan ini. Wallahua’lam bishawaab.

-Uya-

Tuesday, August 09, 2005

SEKILAS TENTANG MEDIA KONSULTASI PENDIDIKAN ANAK


Assalaamu'alaikum wr wb

Konsultasi Pendidikan anak adalah merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh ibu-ibu dari pengajian akhowat kpii.

Konsultasi pendidikan anak ini dirasakan sangat penting mengingat anak adalah amanah bagi setiap orangtua. Bahkan dalam suatu hadist disebutkan bahwa orang tua nyalah yang menjadikan anaknya yahudi, nasrani dan majusi. Maka jelaslah bahwa tanggung jawab mendidik anak merupakan tanggung jawab/amanah yang harus dijalankan oleh orang tua dengan sebaik-baiknya.

Sebagian besar orang tua menginginkan generasinya tumbuh menjadi anak-anak yang patuh, sholih-sholihah serta prospektif. Untuk itu diperlukan bekal yang mantap berupa pengetahuan cara mendidik dan membesarkan anak yang efektif yang sesuai dengan ajaran Islam, yang insha Alloh dengan bekal pengetahuan tersebut akan memudahkan orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan kasih sayang.

Bertindak selaku nara sumber adalah Ukhti Aluyah, atau kerap dipanggil dengan Mbak Uya. Beliau memiliki pengalaman mengajar bertahun-tahun di Indonesia, tepatnya di Universitas Mataram, Lombok. Beliau juga pernah mengambil study Master in Education di Sydney University, lulus pada pertengahan tahun 2002. Aktifitas sehari-hari menjadi istri yang sholihah dari suami beliau yang bernama bapak Yudhie Prastowo (seorang da'i yang ahli arsitek) dan ibunda dari Nur Fatimah Nailah (berusia 2 tahun). Beliau juga staf ahli di Taman Pendidikan Al Qur'an Khairu Ummah, pernah menjadi koordinator TPA Khairu Ummah pada periode tahun 2004, menjadi ketua tim penyusun kurikulum TPA Khairu Ummah, penerjemah buku Islam untuk anak-anak, pembina beberapa remaja putri dan ibu-ibu di wilayah Kingsford dan sekitarnya.

Alhamdulillah beliau langsung mengamini ketika pengurus akhowat kpii meminta beliau menjadi nara sumber untuk forum konsultasi pendidikan anak ini. Sekali lagi jazakillah khair kepada Ummu Nailah.

Kepada ibu-ibu dipersilakan bertanya hal-ihwal pendidikan anak ini kepada Mbak Uya, atau bisa juga mengirimkan pertanyaannya langsung ke milist pengajian-akhowatkpii@yahoogroups.com atau bisa ke lisa_utami@hotmail.com atau dapat pula dengan mengirimkan pertanyaannya via sms ke 0421 484 143. Insha Alloh baik pertanyaan maupun jawabannya akan di muat di website ini.

Jazakillah khair.


Wassalaamu'alaikum wr wb



Lisa Utami

Pelayan Pengajian Akhowat KPII
Periode july 2005-juni 2006

Powered by Blogger